Senang rasanya karena minggu kemarin bisa merasakan akhir pekan yang sangat panjang. Yah libur Imlek disini adalah 2 hari, ditambah dengan setengah hari di CNY eve, maka makin panjanglah akhir pekan kami. 2 hari pertama lebih banyak dihabiskan di rumah….maklum saat CNY sebagian besar pertokoan tutup, yah karena itu adalah waktu bagi sebagian besar penduduk Singapore (yang mayoritasnya adalah penduduk keturunan China) untuk berkumpul bersama keluarga, yah ritualnya hampir sama dengan Lebaran lah.
Diantara waktu libur tersebur, akhirnya berhasil juga kami menjejakkan kaki ke Peranakan Museum. Museum ini pada dasarnya menggambarkan kehidupan kaum peranakan (Baba – Nyonya), yaitu segolongan keturunan kaum Cina yang “unik” kedudukannya di kalangan Cina, mereka umumnya terdapat di negeri-negeri selat, tanah melayu . Sebagian besar enggan mengakui bahwa mereka adalah Cina karena mereka memiliki kebudayaan yang berbeda. Kebudayaan mereka banyak dipengaruhi oleh budaya Melayu, bahkan sebagian besar menggunakan bahasa melayu sebagai bahasa ibunya. Museum ini tidak terlalu besar, tapi sangat rapih dan tentu saja bersih. Museum ini menggambarkan asal kaum peranakan, ritual perkawinannya, agama kaum peranakan, tradisi makan dan makanannnya, serta sekelumit sejarah peranakan di Singapore. Yang menariknya mereka memberikan “children activity book” untuk anak-anak….sehingga anak-anak tidak merasa bosan menjelajah isi museum, karena mereka sangat ingin menyelesaikan semua tugas yang ada dalam buku activity booknya, jadi tanpa dipaksa anak-anak bahkan “mengarahkan” orang tuanya untuk menelusuri museum tersebut dari sudut yang satu ke sudut yang lain. Aktivity book itu memang sengaja dibuat agar anak-anak bisa menikmati kunjungan ke museum tanpa merasa bosan….cara yang sangat jitu, dan tanpa dipaksa anak-anak pun jadi harus membaca dan mengerti keterangan yang ada di setiap display, sehingga mereka bisa melengkapi tugas yang ada. Pokoknya mereka merasa menjadi detective. Bahkan mereka dengan senang hati “mengulang” track yang ada.
Kita mendapatkan bonus meninjau Ramayana Revisited…..kalau tidak salah terakhir membaca buku mengenai Ramayana adalah waktu aku duduk di bangku SMA, cerita yang sangat menarik…..kali ini yang bikin anak-anak betah berlama-lama disini adalah story telling, dimana terdapat layar besar dimana kita bisa memilih cerita mana yang ingin kita dengar hanya dengan menunjuk pilihan kita…setelah itu ada juga permainan PSP, yang ceritanya tentu saja mengenai pertempuran Ramayana….ini yang bikin anak-anak senang banget, belajar sekaligus bermain.
Kegiatan hari ini ditutup dengan menjelajahi Fort Canning Park.
Diantara waktu libur tersebur, akhirnya berhasil juga kami menjejakkan kaki ke Peranakan Museum. Museum ini pada dasarnya menggambarkan kehidupan kaum peranakan (Baba – Nyonya), yaitu segolongan keturunan kaum Cina yang “unik” kedudukannya di kalangan Cina, mereka umumnya terdapat di negeri-negeri selat, tanah melayu . Sebagian besar enggan mengakui bahwa mereka adalah Cina karena mereka memiliki kebudayaan yang berbeda. Kebudayaan mereka banyak dipengaruhi oleh budaya Melayu, bahkan sebagian besar menggunakan bahasa melayu sebagai bahasa ibunya. Museum ini tidak terlalu besar, tapi sangat rapih dan tentu saja bersih. Museum ini menggambarkan asal kaum peranakan, ritual perkawinannya, agama kaum peranakan, tradisi makan dan makanannnya, serta sekelumit sejarah peranakan di Singapore. Yang menariknya mereka memberikan “children activity book” untuk anak-anak….sehingga anak-anak tidak merasa bosan menjelajah isi museum, karena mereka sangat ingin menyelesaikan semua tugas yang ada dalam buku activity booknya, jadi tanpa dipaksa anak-anak bahkan “mengarahkan” orang tuanya untuk menelusuri museum tersebut dari sudut yang satu ke sudut yang lain. Aktivity book itu memang sengaja dibuat agar anak-anak bisa menikmati kunjungan ke museum tanpa merasa bosan….cara yang sangat jitu, dan tanpa dipaksa anak-anak pun jadi harus membaca dan mengerti keterangan yang ada di setiap display, sehingga mereka bisa melengkapi tugas yang ada. Pokoknya mereka merasa menjadi detective. Bahkan mereka dengan senang hati “mengulang” track yang ada.
Kita mendapatkan bonus meninjau Ramayana Revisited…..kalau tidak salah terakhir membaca buku mengenai Ramayana adalah waktu aku duduk di bangku SMA, cerita yang sangat menarik…..kali ini yang bikin anak-anak betah berlama-lama disini adalah story telling, dimana terdapat layar besar dimana kita bisa memilih cerita mana yang ingin kita dengar hanya dengan menunjuk pilihan kita…setelah itu ada juga permainan PSP, yang ceritanya tentu saja mengenai pertempuran Ramayana….ini yang bikin anak-anak senang banget, belajar sekaligus bermain.
Kegiatan hari ini ditutup dengan menjelajahi Fort Canning Park.

0 comments:
Post a Comment