Monday, January 17, 2011

Reflections at Bukit Chandu






Sebenarnya keinginan untuk berkunjung ke Reflections at Bukit Chandu sudah ada sejak era mengantar jemput Mas Iko di Pasir Panjang Ferry Terminal (artinya sudah setahun yang lalu)…..tapi entah kenapa selalu tidak kesampaian. Mungkin karena dirasa dekat, jadi selalu tertunda dengan alasan “dekat inilah lain kali juga bisa”. Akhirnya weekend kemarin (15 January 2010) kesampaian juga (niat) berkunjung ke sini.
Lokasi Reflections at Bukit Chandu memang tidak bisa dibilang mudah dijangkau, karena cukup terpencil (harus naik ke atas dan jalannya lumayan sepi)……tapi cukup indah, banyak pepohonan dan sangat rindang. Untuk dapat melihat ke dalam museum hanya diperlukan dana S$ 2/orang (anak-anak gratis). Museumnya tidak terlalu besar, yah ini adalah rumah (lama) yang di “sulap” menjadi museum, tapi tertata sangat rapi dan indah, dan berkesan ramah, apalagi penjaga museumnya sangat bersahabat, bahkan mereka menemani kami melihat dan menerangkan isi museum. Yang paling menarik adalah ruang Bukit Chandu teater yang menyajikan cerita tentang pertempuran Pasir Panjang yang terjadi di tahun 1942, teater ini sangat informative dan menarik. Puas melihat isi museum, kamipun melanjutkan perjalanan dengan meng-explore pemandangan di luar museum…yang kebetulan karena cuaca dan udara yang pada waktu itu sangat mendukung, membuat kunjungan kita saat itu menjadi lebih enak. Pohon rindang dimana-mana, tidak ada sampah yang tergeletak begitu saja (dengan kata lain bersih), dan penataan taman yang cukup rapih dan indah. Tidak jauh dari Reflections of Bukit Chandu kita bisa berjalan menikmati keindahan pemandangan (dari) Canopy Walk , yang ternyata kalau ditelusuri trailnya sambung menyambung dengan Southern Ridges Nature Tour, HortPark Garden Tour, Kent Ridge Park Heritage. Anak-anak sangat senang karena mereka bisa berlari-lari berkejaran dengan burung (dan ayahnya).....bahkan Abhy bisa berlari dengan cepet.....kalau ini karena dia takut dengan kupu-kupu, yang banyak beterbangan di sana:). Sebenarnya mereka ingin tinggal lebih lama, tapi apa daya hari sudah cukup sore dan ibu harus belanja.....he....he....alhasil weekend itu (lagi-lagi) ditutup dengan Orchard Road trip.
Next museum will be Peranakan Museum, ini juga merupakan "target" yang sampai saat ini belum berhasil direalisasikan....padahal lokasinya sangat dekat dengan kantor dan lebih mudah dijangkau (karena ditengah kota).





0 comments: