Perjalanan liburan kami dimulai pada 3 December 2010, dengan kehiruk-pikukan karena harus bangun sangat pagi…..kalau untuk yang lelaki tidak masalah, karena mereka semua adalah “morning person”, sementara kami perempuan adalah golongan “kalong” yang tentunya, untuk menjaga supaya tetap cukup tidur, bangunnya jadi selalu setelah matahari hampir berada di tengah.
Alhamdulillah tidak ada keterlambatan, baik dalam hal bangun pagi, taxi yang dipesan, check in, maupun take off pesawat….aman.
Setelah transit selama 1 jam 40 menit di Hong Kong, kami mendarat di Taoyuan International Airport dengan selamat tepat pukul 14.30 waktu setempat…..tidak adanya perbedaan waktu antara Singapore and Taipei membuat hidup kami lebih nyaman. Selesai urusan imigrasi, ternyata penjemput kita sudah dengan manis menunggu……terima kasih Mas Heru and Oom Yovial atas budi baiknya (juga terima kasih untuk Mas Jack and Mas Alex, yang bersedia menjadi supir, translator and penunjuk jalan…..selama kami disana).
Is Winter…..and yes udaranya dingin……anak-anak seneng banget….ibunya yang harus menyesuaikan diri, karena ibunya termasuk manusia “tropis”.
Setelah check in di B - Hotel, hari pertama dibuka dengan undangan makan malam…….dengan menu masakan Indonesia di restaurant Kharisma…ha…ha…ternyata tidak susah loh nyari teh botol, indomie, rempeyek, bahkan sambal terasi….kirain cuma di Lucky Plaza doang bisa nemu barang-barang ini, ternyata di Taipei pun barang ini bukan termasuk barang langka. Sambil minum teh botol, nasi mengepul, ayam goreng, ikan goreng, baso panas, kwiteau, kita bisa menikmati pemandangan Taipei 101 diwaktu malam ….dengan udara yang adem (banget).
Hari kedua adalah saatnya kita “membandingkan” system tranportasi umum antara Taipei and Singapore…….untuk MRT and kereta, tentunya Taipei mempunyai system yang lebih kompleks (jalur dan typenya), karena secara luas wilayah Taipei jauh lebih besar dari Singapore……semua tertata dengan rapih dan bersih, cuma masalahnya adalah most of the information is written in Mandarin…..jadi pakai system tebak buah manggis, dan dengan menggunakan ilmu (yang baru dipelajari selama 3 bulan), bisa juga menemukan tujuan wisata di hari ke dua (to my surprise some people can understand what I’m trying to say……mungkin bukan karena ngomongnya benar, tapi lebih kepada bahasa isyaratnya bagus). Anyway thanks to my老师 for the lesson.
Tujuan pertama adalah Taipei Station, dengan tujuan memesan tiket KA buat perjalanan kami ke Hualien, ternyata stasiunnya besar dengan pintu masuk disegala penjuru……semua tumplek blek jadi satu, MRT (untuk transportasi di dalam Taipei), TRA (kereta api antar kota), HSR (kereta cepat), bus station. Tapi pengaturannya cukup rapih dan sign boardnya cukup membantu.
Tiket KA sudah ditangan, perjalanan selanjutnya adalah National Palace Museum, untuk sampai ke sana kita menggunakan MRT yang di sambung dengan bus, is quite a nice journey......on that day, surprisingly, most people that we asked for assistance (to show us the way) are Indonesian. Mereka orang Indonesia yang sudah menetap berpuluh tahun di Taiwan……secara kewarganegaraan mereka sudah menjadi Taiwanesse, tapi mereka masih bangga mengatakan bahwa mereka adalah orang Indonesia……dengan bahasa Indonesia (bahkan logat sunda dan jawanya masih kental banget)…..siapa yang bilang nasionalisme kita sudah menurun?
Puas berkeliling di National Palace Museum, place of interest berikutnya adalah Sun Yat Sen Memorial Hall, disini selain bisa melihat “jejak” founding father of Republic of China kita juga bisa menyaksikan anak-anak muda berlatih menari, keluarga bermain layangan, senior citizen berlatih taichi, bermain….bahkan pada saat kita berada di sana, pada saat bersamaan ada bazaar……konsep taman kota yang bersih dan teratur dengan luas yang memadai dimana warganya bisa berkumpul dan beraktifitas….sesuatu yang harusnya juga ada di Jakarta……tanggung jawab pemerintah (kota) untuk memberikan alternative hiburan dan tempat berkumpul (yang murah).
Hanya perlu menyebrang sedikit, kami akhirnya sampai di Taipei 101 building…….tadinya berniat untuk melihat observation floor, tapi hari itu ramai banget dengan tourist, akhirnya niat itu dibatalkan dan diganti dengan makan siang (yang terlambat)…..kenyang deh. Tujuan berikutnya adalah Miramar Entertainment Park, disini kita berkesempatan naik ferris wheel (sebagai pengganti Taipei 101) dan melihat kota Taipei di waktu malam. Alhamdulillah malam itu tidak terlalu berkabut (walaupun winter), jadi kita bisa melihat kilauan lampu, gedung tinggi, dengan latar belakang pegunungannya…..the view is awesome.
Perjalanan kali ini masih diselingi dengan pertemuan dengan teman lama (teman lamanya ibu dan bapak)…Mbak Murni and Tante Jenny (serta Oom Ronald)….terima kasih sekali atas waktunya, bertemu teman lama memang selalu menyenangkan. Waktunya istirahat deh.

0 comments:
Post a Comment