Wednesday, January 27, 2010

36 tahun sudah berlalu

36 tahun yang lalu sepasang suami istri, dengan bahagia menyambut kehadiran anak pertamanya.....yang dilahirkan sangat kecil.....maklum anak itu terlahir sebelum waktunya. Dengan penuh kasih sayang kedua orang tuanya mendidik dan merawat anak itu, saat sakit, saat sehat, saat nakal, saat ceria....aku yakin tidak mudah untuk mendidik dan membesarkan anak itu, banyak kesedihan, kebanggaan, kebahagian, air mata, tawa, kekesalan. Tapi aku juga yakin bahwa mereka sangat bahagia dan bangga dengan anak itu.
36 tahun yang lalu aku dilahirkan.......terima kasih Bapak, Ibu atas segala pengorbanan, perhatian, kasih sayang....dan semua yang terbaik yang kalian berikan kepadaku......aku tahu tidak akan pernah cukup waktuku, tenagaku, hartaku...untuk membalas semuanya......
Terima kasih Tuhan atas semua karuniamu, rahmatmu, petunjukmu....sehingga aku masih bisa merasakan nikmatmu sampai saat ini.
Semoga berkurangnya umurku bisa membuat aku lebih bijak, lebih mawas diri, lebih dewasa dalam bertindak.....
36 tahun...ternyata waktu itu berlalu begitu cepat

Sunday, November 15, 2009

Mencari Istri

Percakapan antara Abhy dan ibunya

Abhy : "Ibu kalau menikah itu apakah harus dengan yang satu agama?"
Ibu : "Iya nak, itu ajaran dalam agama kita...menikah itu harus dengan yang satu iman"
Abhy : "Kalau gitu nanti kalau aku sudah besar aku mau pulang ke Indonesia ah"
Ibu : "Kenapa nak?"
Abhy : "Aku mau cari istri muslim, di Indonesia pasti lebi banyak"

He...he...bolah aja Nak, tapi nanti yah 20 tahun lagi.........apapun pokoknya semoga anakku selalu dalam lindunganNya dan bimbinganNya.

Monday, October 26, 2009

Belajar....suatu proses

Karena musim ujian, dan anak-anak masih lebih condong ke sikap “anak-anaknya” (what do you expect? They still a kids anyway) dimana mereka lebih memilih untuk lebih banyak nonton TV, main komputer dan main….dengan berat hati akhirnya ayahnya memutuskan untuk mencabut TV kabel, internet kabel dan memasukkan semua mainannya ke box (yang hanya ayahnya aja yang tahu). Lumayan berhasil, karena anak-anak akhirnya lebih mau belajar (tanpa paksaan tentunya) dan bermain permainan yang lebih “sehat”….he…he……sampai akhirnya mereka bilang tadi malam “aku pengen jadi anak Uti aja deh….enak, bisa dapat yang aku mau”….he…he……setelah mendengar hal itu, akupun tertawa…..ternyata aku pernah mengalami hal seperti itu….merasa tidak enak menjadi “anak” hanya karena disuruh melaksanakan kewajiban ku sebagai “anak”, yang nota benenya sebenarnya buat kebaikan aku sendiri. Yang tidak bisa dibandingkan adalah pada saat itu tidak ada nenek dan kakek (dari kedua-dua sisi) yang bisa menjadi “pembela”. Ternyata bener banget kalau menjadi orang tua itu tidak mudah….harus terus belajar, sebesar apapun umur anak-anak….harus bisa menyampaikan sesuatu ke anak-anak dengan gaya bahasa mereka, bisa diterima oleh mereka tanpa mereka merasa bahwa itu suatu “paksaan”. Kalau soal “ditakuti”, aku tidak perlu khawatir….anak-anak tidak “takut” ama ibunya…lagian aku juga tidak mau jadi orang tua yang ditakuti. Dibandingkan ayahnya, ibunya pasti lebih “menyenagkan”……yah karena sifat “tidak tegaannya”, tapi tugas menjadi orang tua itu kan tugas bersama….masa bagian disuruh “marah” dikasih ke ayahnya….he…he…tidak adil dong. Alhamdulillah anak-anak tahu kalau orang tua bukan “manusia sempurna” juga, jadi dalam prosesnya kedua belah pihak harus belajar bersama……..still long way to go……nikmati prosesnya aja deh, katanya kalau prosesnya dinikmati hasilnya pasti nikmat.

Met ujian yah Nak…tinggal 3 hari lagi, setelah itu libur….

Friday, October 23, 2009

Yipee.....satu sekolahan

Alhamdulillah, akhirnya kita mendapatkan telfon dari Bukit Timah Primary School yang mengabarkan kalau karena adanya salah satu siswa yang withdraw, maka sebagai salah seorang yang termasuk dalam waiting list, Kanaya bisa diterima di Bukit Timah Primary School. Salah satu alasannya (kenapa kursinya diberikan ke Kanaya), adalah karena Abhy, sebagai kakak, juga bersekolah di sana. Dari awal kita memang menginginkan agar anak-ana bisa bersekolah di sekolah yang sama....sebenarnya karena alasan kepraktisan aja, selain juga karena dekat banget dengan rumah, dan mereka bisa saling mengawasi.
Ternyata mengurus "transfer" sekolah di Singapore ini gampang banget, tinggal datang ke sekolah yang menerimanya, ambil letter of acceptance, kemudian letter of acceptance di berikan ke sekolah sebelumnya (menerima), setelah itu mereka akan berikan surat acknowledgment, yang harus kita serahkan ke sekolah yang baru....udah beres...tidak ada administrasi ruwet, tidak ada kehilangan uang gedung dan sumbangan pendidikan, bahkan tidak ada biaya administrasi....semua dilaksanakan dalam jangka waktu hanya 20 menit (tidak termasuk waktu perjalanan dari sekolah baru ke sekolah lama dan balik lagi loh)........wah seandainya sistem pendidikan di Indonesia bisa terintegrasi dengan baik...alangkah enaknya....some day.....
Pokoknya everybody is happy, karena Kanaya bisa satu sekolah dengan Abhy, juga karena tahun depan tidak ada sekolah siang, jadi mereka bisa berangkat bareng, pulang bareng dan tetap punya kesempatan main bareng....ibunya yang harus siap, karena pagi hari pasti heboh dengan persiapan ke sekolah dan kantor. Hayo harus mulai belajar bangun (lebih) pagi.

Friday, September 04, 2009

Berkah Ramadhan

Tinggal di negara orang, paling kerasa kalau bulan ramadhan.....kehilangan "pasar kaget/bazaar" yang menjamur di seantero Jakarta raya...he...he....termasuk teman-teman yang menjelma menjadi "pengusaha kagetan", timun suri (dimana yah bisa nyari timun suri disini?), daftar buka puasa bersama (yang padat banget)........pokoknya "keseruan" ramadhan jadi terasa kurang. Alhamdulillah seminggu pertama puasa Abah dan Uti berkenaan ke sini dengan perbekalan ransum yang dibawa langsung dari Jakarta. Dari mulai kolang-kaling, tape, nastar, kastengel, meises, cincau (Uti tidak tahu kalau disini juga ada cincau), dll, jadi lumayan bisa mengobati rindulah.

Kemarin alhamdulillah dapat rezeki lagi, kita menerima kiriman rendang daging dan paru serta keripik paru...langsung dari Jakarta........ransumku bertambah lagi, makasih banyak yah Hadi.

Ternyata puasa di negara orang ada enaknya juga......paling tidak teman dan keluarga di Jakarta ingat kita "perlu" sesuatu dari Jakarta.....ha....ha.......

Tuesday, September 01, 2009

It's their joke

Selasa ini aku harus mengikuti humorous speech contests…….kalau cuma ngoceh ngalor-ngidul sih aku tidak punya kesulitan, tapi harus membuat orang “tertawa” selama 5 – 7 menit pembicaraan didepan orang banyak, itu bukan perkara gampang, apalagi aku bukan termasuk orang yang bisa melucu. Nyari topic susah banget, tiba-tiba anak-anak menyodorkan kertas dan bilang “bu, ini aku dan Mas Abhy bikin cerita lucu, moga-moga ibu menang”

Berikut script yang dibuat oleh mereka:

“Once upon a time there was a girl name “the”, she played with a boy name “end”. Then the girl asked the boy “let’s play a game, the game name is funny words and jokes”….suddenly the boy said “oh no, our name when we combine is “the end”.

He…he….makasih yah anak-anak atas usahanya, ceritanya lucu, apalagi kalau kalian yang menceritakannya di depan ayah dan ibu dengan gaya polos kalian……waktu aku tanya ke mereka “tapi cerita itu pendek banget, ibu harus bikin cerita lucu 5 – 7 menit”……dengan santai mereka menjawab “ngomongnya yah pelan-pelan aja bu”……ha….ha……..so sweet. Thanks kids for the effort.

Monday, August 31, 2009

Abhy belajar puasa


Alhamdulillah puasa tahun ini Abhy sudah mulai belajar puasa satu hari penuh……setelah seminggu pertama hanya kuat puasa setengah hari, alhamdulillah masuk minggu ke dua dia sudah bisa lanjut sampai maghrib. Alhamdulillah juga anak-anak bisa tekun mengikuti sholat maghrib, isya dan terawih berjamaah. Kalau Kanaya baru berani janji untuk puasa tidak makan, tapi dia belum bisa meninggalkan susunya…..paling tidak dia sudah tahu untuk apa dan kenapa orang Islam itu wajib berpuasa.

Susahnya puasa di Negara orang adalah lingkungan “kurang mendukung”, kalau di Jakarta, hampir sebagian besar teman-teman sekolahnya pasti menjalankan ibadah puasa, belum lagi dapat agenda puasa dari sekolah yang harus diisi setiap kita melakukan ibadah dibulan puasa (sholat, puasa, terawih, dll), ada buka puasa bersama keluarga setiap minggu (dan juga di sekolah)…sementara disini, harus bapak dan ibunya yang harus dengan “extra” tekun mengajari anaknya berpuasa (bukankah itu memang tugas utama orang tua?...he…he…..). Tentunya masih sama dengan cara dulu orang tua saya mengajari saya berpuasa……..pakai gaya lomba-lomba, kalau tamat bisa buka dengan apa yang dimauin, alhasil setiap mau pulang harus tanya “nanti mau buka pakai apa?”, untungnya permintaannya masih standard……burger Ramli, Buble Tea, dan Butter Toast.

Alhamdulillah Abah dan Uti juga bersedia menemani kita seminggu pertama puasa, jadi masih bisa ikut merasakan buka puasa “rame-rame” bareng ibu dan bapak, dan ini yang bikin anak-anak excited….sekarang Uti dan Abah udah pulang, moga-moga sih semangat anak-anak tidak kendor. Tetap semangat yah Nak….kalau bisa tamat sampai akhir bulan Ramadhan ibu kasih hadiah (halah lumba-lumba mode on lagi deh)

Telat Ngantri

He…he….ternyata bener adanya kalau daftar sekolah itu harus antri (dari pagi buta).
2 tahun lalu, saat kita mendaftar Abhy ke Primary 1, kita menganggap berita-berita di surat kabar, yang menyatakan bahwa orang tua harus “bermalam” disekolah hanya untuk mendaftarkan anaknya masuk sekolah sebagai sebuah berita yang terlalu dibesar-besarkan………apalagi kalau udah masuk di phase pendaftaran terakhir. Logikanya adalah bahwa semuanya yang sudah masuk usia sekolah, harusnya sudah tertampung di phase-phase sebelumnya….jadi mestinya phase terakhir lebih lega. Pengalaman Abhy dulu, kita datang jam 8 pagi dan sampai selesai pendaftaran tidak lebih dari 3 orang tua yang mengantri. Jadi mestinya aman dong.

Kenyataannya………datang ke sekolah jam 5.50 pagi, ternyata oh ternyata antriannya sudah panjang banget…….dengan sisa kursi yang tinggal 26 buah, kayanya tipis kemungkinan bisa dapat kursi di Bukit Timah Primary School. Harapan tinggal harapan, ternyata semua kursi sudah terisi, dan kami harus mencari sekolah lain buat Kanaya. Alhamdulillah, akhirnya kami bisa dapat kursi di Pei Tong Primary School, Clementi. Cuma kasihan aja Kanaya harus sekolah di sekolah yang berbeda dari kakaknya….dan pastinya lebih jauh, yang artinya dia harus bangun jauh lebih pagi dari biasanya karena kelasnya adalah kelas pagi……tidak apa-apa yah Nak. Tahu gitu nginap di sekolah deh…hik….hik……