Alhamdulillah, akhirnya kita mendapatkan telfon dari Bukit Timah Primary School yang mengabarkan kalau karena adanya salah satu siswa yang withdraw, maka sebagai salah seorang yang termasuk dalam waiting list, Kanaya bisa diterima di
Bukit Timah Primary School. Salah satu alasannya (kenapa kursinya diberikan ke Kanaya), adalah karena Abhy, sebagai kakak, juga bersekolah di sana. Dari awal kita memang menginginkan agar anak-ana bisa bersekolah di sekolah yang sama....sebenarnya karena alasan kepraktisan aja, selain juga karena dekat banget dengan rumah, dan mereka bisa saling mengawasi.
Ternyata mengurus "transfer" sekolah di Singapore ini gampang banget, tinggal datang ke sekolah yang menerimanya, ambil letter of acceptance, kemudian letter of acceptance di berikan ke sekolah sebelumnya (menerima), setelah itu mereka akan berikan surat acknowledgment, yang harus kita serahkan ke sekolah yang baru....udah beres...tidak ada administrasi ruwet, tidak ada kehilangan uang gedung dan sumbangan pendidikan, bahkan tidak ada biaya administrasi....semua dilaksanakan dalam jangka waktu hanya 20 menit (tidak termasuk waktu perjalanan dari sekolah baru ke sekolah lama dan balik lagi loh)........wah seandainya sistem pendidikan di Indonesia bisa terintegrasi dengan baik...alangkah enaknya....some day.....
Pokoknya everybody is happy, karena Kanaya bisa satu sekolah dengan Abhy, juga karena tahun depan tidak ada sekolah siang, jadi mereka bisa berangkat bareng, pulang bareng dan tetap punya kesempatan main bareng....ibunya yang harus siap, karena pagi hari pasti heboh dengan persiapan ke sekolah dan kantor. Hayo harus mulai belajar bangun (lebih) pagi.